GET MORE HUMAN REFERRAL EASY AND FAST

GET MORE HUMAN REFERRAL EASY AND FAST

Saturday, January 22, 2011

Pertimbangan Pemilihan Lokasi Bendung dalam Perencanaan Bendung

Bendung berfungsi untuk menaikkan elevasi muka air pada sungai agar dapat dialirkan ke jaringan pemanfaatan air seperti untuk pemanfaatan irigasi, air baku dan lain-lain, secara grafitasi sehingga dimensi dan pengaturan tata letak bendung sangat dipengaruhi oleh elevasi muka air dari target layanan yang direncanakan (untuk irigasi harus mempertimbangkan elevasi di sawah tertinggi dan atau terjauh yang direncanakan).

Komponen Utama Bendung

Komponen utama dari bendung yang harus direncanakan :
1.      Bangunan pengelak (tubuh bendung)
2.      Bangunan pengambilan
3.      Bangunan pembilas
4.      Kantung lumpur
5.      Tanggul pengaman
6.      Pekerjaan pengaturan sungai
7.      Bangunan pelengkap

Pemilihan Lokasi Bendung

Pemilihan lokasi bendung harus mempertimbangkan dan didasarkan pada beberapa aspek, antara lain :
1.      Aspek Topografis
Pemilihan lokasi bendung dari aspek topografis ditinjau dari dua komponen pertimbangan, yaitu pertimbangan elevasi dan pertimbangan bentuk regime sungai (bagian lurus, tidak curam dan lain-lain).
Pertimbangan elevasi dalam hal ini adalah tinjauan terhadap :
a.    elevasi target daerah/lahan pertanian yang akan dilayani, yang akan mempengaruhi tinggi bendung/mercu
b.    elevasi dasar sungai, dipilih lokasi yang memerlukan tinggi bendung paling rendah namun masih sesuai dengan kebutuhan elevasi mercu minimal
c.   elevasi topografis dikanan dan kiri bagian hulu bendung, untuk menentukan ketersediaan tanggul penutup alamiah (misal terdapat bukit dikanan kiri bagian hulu bendung) untuk keperluan tanggul pengaman banjir rancangan sehingga biaya pembangunan dapat efisien.
Pertimbangan bentuk palung/lebar sungai, dilakukan dengan memilih lokasi yang mempunyai bentuk palung sungai berbentuk huruf “V”, dimaksudkan untuk memperoleh lebar bentang bendung seminimal mungkin tetapi masih dapat menampung debit banjir rancangan (kala ulang minimal 100 tahunan). Hal ini merupakan justifikasi teknis untuk mendapatkan desain bangunan yang layak teknis – ekonomis.
2.      Aspek Hidrologis
Pemilihan lokasi bendung dari aspek hidrologis ditinjau dari dua komponen pertimbangan, yaitu pertimbangan potensi inflow dan debit banjir.
Pertimbangan potensi inflow dilakukan dengan bantuan peta topografi daerah tangkapan hujan untuk memilih lokasi bendung yang mempunyai daerah tangkapan hujan seluas mungkin sehingga potensi inflow yang didapat akan semakin besar. Dan juga jika memungkinkan maka dipilih lokasi dihilir pertemuan anak sungai, hal ini dilakukan untuk meningkatkan potensi inflow. Tentunya dengan tetap mempertimbangkan aspek topografis.
Pertimbangan potensi banjir dilakukan untuk mengestimasikan dampak dan pengaruh banjir rancangan yang akan terjadi serta perlakuan dan langkah antisipasi yang dapat ditempuh.
3.      Aspek geologis - mekanika tanah
Aspek geologis yang dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi bendung adalah indikator keberadaan patahan/sesar/kekar geologi, kedalaman lapisan keras, kelulusan/ permeabilitas tanah dan bahaya gempa bumi, juga parameter bahan timbunan dan material alam untuk bangunan.
4.      Aspek lingkungan
Pertimbangan pemilihan lokasi bendung dari aspek lingkungan adalah dengan mempelajari dampak pembangunan bendung terhadap lingkungan disekitarnya, seperti :
a.     Dampak peninggian elevasi muka air akan memberikan akibat penggenangan di hulu sungai yang memberi dampak terhadap lingkungan dan ekologi di kawasan itu, juga dampak terhadap public property dan government property.
b.    Dampak alih fungsi lahan, akibat perubahan lahan eksisting menjadi lahan untuk pembangunan bendung beserta dan instalasi pendukung dan pelengkapnya.
c.     Dampak terhadap terputusnya mobilitas flora dan fauna akibat terbendungnya aliran air dari hulu ke hilir dan sebaliknya.
d.     Dampak terhadap suplai air ke daerah hilir.
e.    Dampak terhadap keberadaan dan keamanan hutan, terutama jika harus berada di kawasan hutan lindung dan kawasan hutan yang memperoleh atensi tinggi. Dengan keberadaan bendung dimana pada saat pembangunan dan kurun operasi & pemeliharaan membutuhkan dan dilengkapi dengan jalan inspeksi, sehingga memungkinkan dimanfaatkan untuk tujuan negatif oleh oknum yang tidak bertanggungjawab sebagai akses perusakan hutan (illegal logging, perburuan satwa dan tanaman langka).
Elaborasi keempat aspek tersebut diatas menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi bendung.
Demikian, artikel tentang aspek-aspek pertimbangan yang diperlukan dalam pemilihan lokasi rencana pembangunan bendung, yang mungkin berguna bagi rekan perencana (design structure engineer) dalam memulai perencanaan bendung, sehingga output perencanaan dapat berhasil dengan baik, tepat waktu, tepat mutu, handal, bermanfaat, awet dan ramah lingkungan.
Terimakasih.
Keywords: pertimbangan pemilihan, pemilihan lokasi, lokasi bendung, bendung, aspek, dampak, topografis, hidrologi, geologi, lingkungan.
Keywords: pertimbangan pemilihan, pemilihan lokasi, lokasi bendung, bendung, aspek, dampak, topografis, hidrologi, geologi, lingkungan.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Komentar anda sangat kami hargai. Isikan pendapat anda tentang tulisan ini di bawah ini ...