GET MORE HUMAN REFERRAL EASY AND FAST

GET MORE HUMAN REFERRAL EASY AND FAST

Saturday, January 22, 2011

Penentuan Tipe Mercu Bendung

Pemilihan tipe mercu bendung yang akan direncanakan diaplikasikan dalam suatu bendung tidak dapat ditentukan sembarangan tanpa pertimbangan teknis dan harus memenuhi kriteria dan hasil penilaian dari beberapa aspek teknis.

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya, yaitu : Pertimbangan Pemilihan Lokasi Bendung dalam Perencanaan Bendung, yang akan menjelaskan mengenai kriteria dan penilaian pemilihan tipe mercu bendung berdasarkan aspek teknik yang dapat dijadikan referensi para engineer dalam perencanaan bendung.

1.      Kriteria dan Penilaian Pemilihan Tipe Mercu Bendung

Kriteria dalam memilih tipe mercu bendung yang paling sesuai diterapkan pada suatu lokasi proyek antara lain didasarkan pada :
a.      Koefisien limpasan
b.      Kemudahan pelaksanaan
c.      Kemampuan melewatkan material
d.      Biaya pelaksanaan dan Operasi dan Pemeliharaan 
e.      Tekanan sub-atmosfir pada permukaan mercu
Kelima kriteria pemilihan tipe mercu bendung tersebut di atas harus menjadi pertimbangan utama sebelum tahapan analisis hidrolika bendung selanjutnya, dengan cara pembobotan atau penilaian, dimana nilai tertinggi dari suatu tipe mercu bendunglah yang akan dipilih.
Nilai (bobot) dari masing-masing kriteria tersebut di atas didasarkan pengaruh terhadap tingkat keberhasilan pembangunan bendung sampai saat ini belum ada standar penilaian yang baku sehingga diperlukan justifikasi teknis (engineering justification) dalam menentukan bobot dari masing-masing kriteria tersebut. Secara teknis pembobotan masing-masing kriteria di atas adalah sebagai berikut :
a.        Koefisien limpasan, bobot/nilai maksimal =  40
Koefisien limpasan mempunyai pengaruh kuat terhadap kemampuan mereduksi tinggi muka air banjir di atas mercu, sehingga semakin tinggi koefisien limpasan maka akan semakin rendah elevasi muka air banjir rancangan yang mempengaruhi dimensi struktur, baik dimensi bendung, abutment dan tanggul pengaman, dan mempengaruhi perlakuan agar kestabilitasan struktur dapat terjamin, yang pada akhirnya semuanya itu mempengaruhi tingkat kemudahan pelaksanaan dan biaya pelaksanaan, serta kebutuhan akuisisi lahan untuk bidang konstruksi dan genangan.
Dari dampak-dampak yang dapat dipengaruhi oleh koefisien limpasan seperti tersebut diatas maka bobot dari kriteria koefisien limpasan adalah paling tinggi yaitu nilai maksimal 40 dari skala 100.
b.       Kemudahan pelaksanaan, bobot/nilai maksimal = 20
Kemudahan dalam pelaksanaan atau penerapan hasil perencanaan dimensi dan bentuk hidrolis mercu bendung diatas kertas ke bentuk konstruksi dilapangan menentukan keamanan struktur akibat daya rusak air terutama pada permukaan struktur oleh antara lain tekanan negatif/kavitasi, turbulensi, serta kestabilitasan struktur secara keseluruhan dan dapat berpengaruh terhadap biaya pelaksanaan.
Oleh karena itu kemudahan pelaksanaan akan menentukan keberhasilan penerapan perencanaan diatas kertas menjadi bentuk fisik dilapangan secara tepat, sehingga semakin mudah pelaksanaan/penerapan hasil perencanaan menjadi bentuk fisik dilapangan akan semakin tinggi tingkat keberhasilan perencanaan, maka bobot dari kemudahan pelaksanaan adalah cukup tinggi, yaitu nilai maksimal 20 dari skala 100.
c.        Kemampuan melewatkan material, bobot/nilai maksimal = 15
Sungai, terutama pada saat banjir akan membawa/menghanyutkan berbagai jenis dan ukuran material, dimana semakin besar debit banjir yang terjadi akan semakin besar/berat material yang dapat dihanyutkan, sehingga jika suatu sungai dihalangi oleh bendung maka akan menimbulkan penumpukan material dihulu mercu dan dimuka pintu pembilas dan pintu intake, maka sampai kondisi tertentukan akan dapat menimbulkan ketidak-stabilitasan struktur, kerusakan struktur dan gangguan dalam pengoperasian.
Semakin mudah material hanyut melewati mercu bendung yang diakibatkan oleh bentuk hidrolis mercu tersebut maka akan tinggi tingkat keberhasilan pembangunan bendung, sehingga bobot dari kemampuan melewatkan material adalah relatif cukup tinggi, yaitu nilai maksimal 15 dari skala 100.
d.        Biaya pelaksanaan dan Operasi dan Pemeliharaan, bobot/nilai maksimal
        = 15
Biaya pelaksanaan dan biaya Operasi dan Pemeliharaan menentukan tingkat kelayakan ekonomis suatu konstruksi sistem irigasi, sehingga semakin rendah biaya pelaksanaan dan biaya Operasi dan Pemeliharaan yang diperlukan, maka akan semakin tinggi tingkat keberhasilan pembangunan bendung, sehingga bobot dari biaya pelaksanaan dan biaya Operasi dan Pemeliharaan bendung adalah relatif cukup tinggi, yaitu nilai maksimal 15 dari skala 100.
e.       Tekanan sub atmosfir pada permukaan mercu =   10
Tekanan sub atmosfir atau tekanan negatif yang ditimbulkan limpasan air di bawah tirai air terhadap permukaan mercu bendung dapat menyebabkan kerusakan konstruksi mercu bendung jika melebihi dari batasan yang diijinkan yang disesuaikan dengan jenis konstruksi dari permukaan mercu bendung, sehingga semakin rendah tekanan negatif yang dapat timbul akibat bentuk hidrolis mercu bendung akan semakin aman struktur permukaan bendung dari kerusakan.
Dampak terhadap keamanan permukaan mercu bendung relatif kecil jika dalam merencanakan dimensi hidrolis mercu bendung dapat diantisipasi besaran tekanan negatif serendah mungkin atau dengan mengganti jenis konstruksi pasangan batu dengan melapisi beton akan diperoleh batas ijin maksimal tekanan negatif yang lebih tinggi dengan tetap meminimalkan biaya pelaksanaan, sehingga bobot dari kriteria tekanan sub atmosfir terhadap permukaan bendung relatif kecil, yaitu nilai maksimal 10 dari skala 100.

2.       Pembobotan Tipe Mercu Bendung

Tipe mercu bendung pelimpah tetap yang biasa diaplikasi di Indonesia adalah tipe Bulat dan tipe Ogge.
Pembobotan masing-masing tipe mercu bendung  adalah sebagai berikut :
Keywords: bendung, tipe mercu, kriteria, penilaian, koefisien limpasan, kemudahan pelaksanaan, material hanyut, biaya pelaksanaan, biaya operasi dan pemeliharaan, tekanan sub atmosfir.
Keywords: bendung, tipe mercu, kriteria, penilaian, koefisien limpasan, kemudahan pelaksanaan, material hanyut, biaya pelaksanaan, biaya operasi dan pemeliharaan, tekanan sub atmosfir.

1 komentar:

lailan said...

Referensinya darimana? Tks

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Komentar anda sangat kami hargai. Isikan pendapat anda tentang tulisan ini di bawah ini ...