GET MORE HUMAN REFERRAL EASY AND FAST

GET MORE HUMAN REFERRAL EASY AND FAST

Wednesday, November 24, 2010

Efek Ray of Light (RoL) Dengan Alat Bantu Sederhana


Pada artikel terdahulu, Menangkap Efek Ray of Light, telah dijelaskan bahwa untuk memperoleh efek Ray of Light dalam Photografy, terdapat tiga cara, yaitu cara alamiah, cara rekayasa dilapangan dengan menggunakan alat bantu, dan cara buatan dengan program pengolah image (salah satunya dengan program Photoshop).
Cara alamiah telah dijelaskan pada artikel yang disebut diatas, sedangkan cara buatan dengan Photoshop telah dijelaskan cara pembuatannya pada artikel Efek Ray of Light Buatan, dan pada artikel ini akan saya jelaskan cara menangkap efek Ray of Light dengan melakukan rekayasa ditempat pengambilan gambar menggunakan alat bantu.
Para professional dengan segala kekuatan sumber dayanya untuk mendapatkan alat bantu yang telah disediakan oleh pabrik atau tersedia di toko-toko perlengkapan photography. Namun sebagaimana kita tahu untuk mendapatkan peralatan dan perlengkapan tersebut tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit dan kebanyakan dari kita akan berfikir panjang untuk membelinya.
Ternyata kondisi tersebut dapat dicari pemecahannya dengan sedikit berfikir dan kreatifitasan dengan menggunakan alat atau benda-benda yang ada disekitar kita, tanpa membeli yang baru dan atau sedikit pengeluaran tambahan.
Saya telah melakukan “percobaan” yang ternyata dapat memberikan hasil gambar yang cukup berkualitas (menurut saya tentunya), seperti gambar dibawah ini. Memang masih ada kekurangan terhadap kualitas gambar yang telah saya dapatkan. Tetapi dengan perbaikan dibeberapa bagian dan tidak pernah merasa bosan untuk mengulang dan mencoba lagi, saya yakin kita dapat menghasilkan gambar yang berkualitas layaknya para professional yang dibantu dengan alat dan perlengkapan yang canggih dan relatif mahal.

Ini gambar terbaik dari rangkaian percobaan pengambilan gambar (sebanyak 21 bidikan) :
 
Gambar seperti ini telah saya coba menirunya dengan menggunakan program Photoshop yang telah saya tampilan pada artikel Efek Ray of Light Buatan, walaupun sudah dikerjakan selama kurang lebih dua jam hasil dari Gambar Asli masih jauh lebih berkualitas daripada hasil rekayasa Photoshop (mungkin karena kemampuan dan ketelatenan saya dalam olah Photoshop yang kurang).
OK, sekarang kita masuk ke materi artikel.
Alat bantu yang saya pakai adalah alat yang ada dirumah saat ide ini muncul, yaitu :
1.    Kamera DSLR Sony Alpha A230, tentunya karena ini yang saya punya.
2.    Meja tamu (1 buah)
3.   Nakas (meja kecil dengan ketinggian yang sama dengan meja tamu), sebagai pengganti tripod (tripod-pun belum sempat saya beli)
4.    Alat semprot air tanaman kapasitas 2 liter
5.    Senter spotlight, dengan daya 2 bateray series type AAA (kebetulan saya punya)
6.    Fitras (kain gordin yang tipis gunanya untuk membuat bias/berkas sinar)
7.    Kertas koran bekas
8.    Korek api
9.    Alat penyangga fitras dari tempat jemuran angkat.
10.  Ruangan 3 x 3 meter dengan penerangan 8 watt (lampu jenis saving energy).
11.  Dua orang asisten.
12. Obyek pengambilan gambar : botol parfum anak perempuan saya dan bola-bola kecil mainan adiknya.
 Alat Semprot Air Tamanan
Prinsip menghasilkan Efek Ray of Light, yaitu : ada cahaya dan ada bahan penghablur cahaya (ini pelajaran IPA SMP). 
Cara membuat efek Ray of Light :
1.    Cahaya, yang dimaksudkan disini sinar langsung yang cukup dominan dibanding dengan cahaya ditempat, sinar langsung ini diperoleh dari lampu senter, sehingga diperoleh sinar yang lebih dominan dari seklilingnya. Itulah sebabnya saya menggunakan lampu penerangan 8 watt dengan cara menukar lampu kamar dengan lampu kamar mandi (nggak modal nih …. hehehe).
2.    Bahan Penghablur Cahaya, bahan yang kita gunakan adalah asap. Asap diperoleh dengan cara :
·      Tutup/rapatkan lubang semprot alat penyemprot air tanaman dan buka tutupnya.
·      Bakar kertas koran dengan korek api ( ya pasti lah masak bakar koran dengan senter). Ingat bakar di lokasi terbuka dan aman dari bahan mudah terbakar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
·      Tangkap atau masukan asap dari koran kedalam alat semprot, posisikan alat semprot terbalik (lubang dibawah), karena kita semua tahu kalau asap larinya ke atas, kalau alat semprot tidak dibalik bagaimana cara memasukan asap … he he he).
·      Segera tutup rapat-rapat alat semprot, jika kita rasa jumlah asap sudah cukup banyak, supaya asap enggak lari keluar lagi.
·      Alat semprot ini nantinya akan kita pompa (pompa sudah ada dialat ini) sampai diperoleh tekanan yang optimal untuk menghablurkan cahaya..
·      Alat ini nantinya akan dipegang oleh Asisten 1, yaitu ibunya anak-anak dan disemprotkan dibelakang obyek pengambilan gambar (lihat sketsa), sehingga kita peroleh bahan penghablur cahaya (asap).
Setelan / setting kamera yang saya gunakan untuk memperoleh gambar diatas adalah : (kamera telah dicoba dengan berbagai macam settingan)
·            Focal length : 55 mm
·            ISO speed : ISO 200
·            Exposure: 1/50 sec
·            Aperture : f/3.5
·            Exposure Compensation : -1
·            Flash : ON
·            Filter GND : Tidak digunakan (terus terang lupa karena keburu-buru takut asap
  di alat semprot hilang/habis)
Tata laksana pemotretan :
1.    Setting meja (tempat menginstalasi obyek pemotretan) dan nakas (tripod) sedemikian rupa diruangan, dan perhatikan efek cahaya lampu ruangan (kaitanya dengan arah cahaya dan bayangan yang ditimbulkannya). Hal juga yang harus diperhatikan dalam setting meja dan nakas adalah masih tersedia ruang untuk 2 orang asisten dan tempat menggantung kain Fitras. 
2.  Setelah OK, instalasi obyek pemotretan terdiri dari botol parfum dan bola-bola kecil sedemikian rupa dengan memperhatikan komposisi dan tema yang kita inginkan.
3.    Setting tata letak alat semprot, yaitu mencoba-coba jarak alat semprot dengan titik fokus dan ukuran bukaan mulut semprot. Hal ini perlu untuk mendapatkan hasil asap yang kita inginkan disekitar titik fokus. Saya mensetting untuk memperoleh perasapan yang cukup merata tanpa ada liukan asap. Perhatikan dalam mensetting alat semprot jangan sampai menghalangi cahaya lampu senter dan masuk ke Area Bidik. Petugas penyemprotan adalah Asisten 1 yaitu ibunya anak-anak.
4.    Setelah setting instalasi obyek pemotret yang paling OK diperoleh, maka kita setting lampu sumber cahaya/lampu senter, arah, sudut sorot sinar, dan titik jatuh sinar.
5.    Tempatkan gantungan kain Fitras dan gantung kain fitras didepan lampu senter, sedemikian rupa sehingga memuncul berkas sinar yang kita inginkan.
6.  Sangat dianjurkan mencoba menyalakan lampu senter beberapa kali atau berulang-ulang untuk mengetes arah sinar, sudut dan titik jatuh sinar serta efek berkas sinar yang dihasilkan. Asisten 2 bertugas untuk memegang lampu senter yang dilakukan oleh anak laki-laki saya (nanti sudah mulai memprotes karena capek memegang dan mengarahkan senter berulang-ulang).
7.    Setelah semuanya setting OK, baru kita mulai melaksanakan percobaan pemotretan. Dimulai dengan menyalakan dan mensetting kamera, kemudian menyalakan lampu senter, selanjutnya memompa alat semprot dan menyemprotkannya. Dannnnn…… kita potret beberapa kali sampai capai (karena kamera Sony A230 tidak dilengkapi dengan Live View, maka hasil settingan kamera dan alat bantu tidak tampak, sehingga perlu dilakukan secara langsung berulang kali, saya lakukan sebanyak 21 kali, dengan berbagai settingan kamera).
8.    Sesi pemotretan selesai dan lihat hasil rangkaian pemotretan, jika belum diperoleh hasil yang memuaskan, ulangi lagi semua prosedur diatas. Saya hanya melakukan satu sesi pemotretan karena para asisten sudah memprotes. Untungnya ada yang cukup memuaskan.
Beberapa Kekurangan Yang Dapat Diperbaiki :
Beberapa kekurangan yang menurut saya dapat diperbaiki untuk meningkatkan kualitas gambar hasil pemotretan antara lain :
1.   Menggunakan tripod dan remote control, agar lebih mudah pemfokusan dan fokus tidak bergoyang
2.   Lampu sumber cahaya dominan sebaiknya diletakan pada dudukan atau alat penyangga agar tidak goyang dan memudahkan menset arah, sudut dan titik jatuh sinar.
Demikian artikel ini, harapan saya dapat memberi inspirasi bagi sobat untuk memanfaatkan semaksimal mungkin benda disekitar kita sebagai alat dan obyek photography yang berkualitas. Selamat mencoba … dan selalu mengikut tip dan trick dalam Photography di http://insan-teknik.blogspot.com

Salam  …

1 komentar:

Roberto Diaz said...

wow.... it's the best idea, I have practice the article above, with some modifications, the results are best image!!!

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Komentar anda sangat kami hargai. Isikan pendapat anda tentang tulisan ini di bawah ini ...